Lombok Barat NTB, jejakfaktanews.co.id – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lombok Barat menggelar bakti sosial dalam bentuk pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga terdampak bencana banjir di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, pada Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas banjir yang melanda wilayah tersebut pada Selasa, 13 Januari 2026, yang menyebabkan terganggunya akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Pelayanan kesehatan dimulai sejak pukul 08.30 WITA hingga siang hari dan dilaksanakan di tiga dusun di wilayah Desa Persiapan Pengantap, yakni Bengkang, Kebeng, dan Sap, dengan titik kumpul tim medis di Puskesmas Sekotong. Meski cuaca telah membaik, perjalanan menuju lokasi pelayanan tidak mudah, karena di sejumlah ruas jalan masih tampak sisa lumpur banjir yang menghambat akses menuju permukiman warga. Di sekitar lokasi terdampak banjir, tampak sejumlah alat berat dikerahkan oleh pemerintah untuk mendukung penanganan pascabencana.
Sebanyak 18 dokter anggota IDI Cabang Lombok Barat, terdiri atas dokter umum dan dokter spesialis, terlibat langsung dalam kegiatan ini. Salah satu dokter senior di Lombok Barat yang turut hadir adalah dr. Ngurah Agung. Di kegiatan amal ini, para dokter tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan di titik pelayanan, tetapi juga melakukan kunjungan rumah _(home visit)_ kepada pasien yang tidak memungkinkan datang langsung ke lokasi karena kondisi kesehatan maupun keterbatasan akses.
Pelaksanaan kegiatan dikoordinatori oleh Kepala Puskesmas Sekotong, dr. Fairus, yang mengoordinasikan pelayanan bersama tim Puskesmas Sekotong dan Puskesmas Pelangan. Sementara itu, ketua panitia kegiatan, dr. Erna Syafriani, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan menyesuaikan dengan kondisi lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, jumlah warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan mencapai 198 orang. Di Dusun Bengkang, sebanyak 100 warga memperoleh layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Selanjutnya, 35 warga dilayani di Dusun Kebeng, dan 63 warga lainnya mendapatkan pelayanan di Dusun Sap. Pelayanan kesehatan difokuskan pada keluhan pascabencana serta layanan kesehatan dasar bagi kelompok rentan.
Kepala Desa Persiapan Pengantap, Saidi, S. Adm., menyampaikan bahwa sejak terjadinya banjir, banyak warga mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan di puskesmas akibat keterbatasan transportasi dan kondisi kesehatan. Oleh karena itu, kehadiran tim bakti sosial kesehatan dinilai sangat membantu masyarakat.
Selain pelayanan medis, kegiatan ini juga disertai dengan penyaluran bantuan sosial. Donasi sebesar Rp10 juta berhasil dikumpulkan dari anggota Ikatan Dokter Indonesia Cabang Lombok Barat, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk 100 paket sembako senilai Rp100.000 per paket dan dibagikan kepada warga terdampak.
Camat Sekotong menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas inisiatif para sejawat senior IDI Cabang Lombok Barat bersama gabungan organisasi profesi kesehatan se-Kabupaten Lombok Barat yang telah turun langsung membantu warga di wilayahnya pascabencana banjir.
Kegiatan bakti sosial ini juga melibatkan organisasi profesi kesehatan lainnya, yakni PPNI, IBI, dan Persagi. Persagi memberikan dukungan berupa donasi telur dan jeruk bagi balita yang hadir saat pelayanan kesehatan dan menjalani penimbangan status gizi. Selain itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret turut berkolaborasi membantu kelancaran kegiatan.
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran pelayanan, kegiatan ini juga mendapat pengawalan dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa desa setempat, yang mendampingi tim medis selama pelaksanaan pelayanan, termasuk saat kunjungan rumah kepada pasien.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Lombok Barat, dr. H. Nanang Widodo, Sp.B, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial profesi dokter bersama tenaga kesehatan lainnya untuk hadir langsung di tengah masyarakat pada situasi darurat dan pascabencana.
Melalui kegiatan ini, IDI Cabang Lombok Barat berharap sinergi lintas profesi dan lintas sektor dapat terus diperkuat demi memastikan pelayanan kesehatan tetap menjangkau masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana.
(jejakfaktanews.co.id/Red)




0 Komentar