Lombok Barat NTB, jejakfaktanews.co.id - Festival Hari Santri Yayasan Pendidikan Ishlaahul islam resmi ditutup Jumat, 23 Oktober 2026. Hadir pada acara tersebut yakni Bu Evi Apita Maya, SH., M.Kn.
Faturrahman, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut terselenggara berkat kebersamaan para guru dan dukungan berbagai pihak. Ia mengapresiasi antusiasme para santri yang mengikuti beragam perlombaan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.
Ia juga menjelaskan, TPQ Islaahul Islam saat ini membina sekitar 180 santri. Selain itu, yayasan tersebut juga mengelola pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak dengan jumlah sekitar 40 anak.
Ia berharap kegiatan Festival Hari Santri dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan semangat belajar, serta mendorong para santri untuk terus mengembangkan kemampuan dan prestasi.
"Kepada adik-adik santri, jangan hanya melihat besar atau kecilnya hadiah yang diberikan. Yang paling utama adalah semangat untuk terus belajar, karena ilmu yang didapatkan di lembaga ini jauh lebih bernilai dari segalanya," pesan Faturrahman
Fathur juga menyampaikan bahwa sejumlah santri terpilih ikut serta dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten yang direncanakan berlangsung pada November di Kecamatan Labuapi, melalui Festival Hari Santri Nasional 2026, Yayasan Pendidikan Islaahul Islam berharap nilai-nilai keislaman, semangat menuntut ilmu, dan pembentukan akhlak mulia semakin tertanam pada diri generasi muda. Santri diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai generasi yang berpengetahuan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ibu Hj. Evi Apita Maya, S.H., M.Kn., DPD RI Dapil NTB, menyoroti pentingnya peran lembaga pendidikan pesantren dalam membentuk karakter dan moral generasi muda.
Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak dan moral yang baik.
Sesungguhnya lembaga pondok diharapkan mengutamakan moral yang paling utama, ujarnya.
Karena itu, ia mengajak para orang tua, guru, pengelola yayasan, dan seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama menjaga serta membangun kembali citra pesantren sebagai lembaga pendidikan yang aman, bermartabat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral.
(jejakfaktanews.co.id/red)




0 Komentar